ARTICLE AND SHORT STORY

Beberapa artikel, tips dan trik seputar makanan sehat untuk si buah hati yang dirangkum Little Box dari berbagai sumber.

Tips untuk Si Picky Eater
11 December 2017

Picky eater atau kondisi dimana si kecil suka pilih – pilih makanan terutama sayur dan buah. Tidak jarang juga Mom membutuhkan tenaga ekstra untuk membujuk si kecil mengonsumsi makanan yang telah ada di meja makan. Tenang Mom, beberapa tips ini bias dicoba loh Mom.

1.    Mulailah dengan mengenalkan bahan makanan sehat ke makanan atau cemilan yang disukai oleh Si Kecil. Contohnya omelet sayur atau strawberry pancake

2.    Ajak Si Kecil untuk membuat makanan bersama. Si Kecil dapat ikut serta dalam mempersiapkan makanan atau berbelanja bahan makanan bersama.

3.    Tidak membeli makanan yang “tidak sehat”. Out of sight, out of mind. Ketika tidak ada jajanan atau cemilan tidak sehat di sekitarnya, mereka tidak akan memakannya. Mereka akan menolak di awal, tetapi ketika Si Kecil lapar, mereka akan memulai untuk mengonsumsi makanan yang telah disediakan di rumah. Dan biasakan untuk konsisten pada makanan sehat.

4.    Jadwalkan snack time dan selalu diterapkan. Mostly, Si Kecil sangat menyukai rutinitas dan memiliki jadwal sendiri di setiap kegiatannya termasuk makan.

5.    Sediakan cemilan sehat di rumah. Entah itu buah atau sayur atau cemilan sehat lainnya.

6.    Ajak Si Kecil untuk bermain “eat their colors”. Si Kecil akan menyukai permainan ini ajak Si Kecil untuk memakan makanan dengan warna yang Mom pilih. Pilihlah makanan dengan warna yang menarik karena warna menunjukan bahwa makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang baik.

7.    Jangan memberikan cemilan sebelum dan selama jam makan utama.

8.    Biasakan Si Kecil untuk makan di meja makan bukan di depan TV ya Mom. TV akan mengganggu selama jam makan. Sebab, Si Kecil tidak akan menyadari bahwa mereka sudah cukup kenyang hingga acara TV favorit selesai. Ingat Mom, makan berlebih pun tidak baik ya Mom.

 

9.    Be a good role model. Anak adalah cerminan orang tua. Si Kecil akan menjadikan orang tuanya sebagai contoh. Ketika Mom tidak memakan sayur, Si Kecil pun juga tidak akan mau memakan sayur.